Oleh : Chairil Anwar
Kami sama pejalan larut//
Menembus kabut//
Hujan mengucur badan/
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan//
Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat//
Siapa berkata-kata?//
Kawanku hanya rangka saja/
Karena dera mengelucak tenaga/
Dia bertanya jam berapa?//
Sudah larut sekali/
Hilang tenggelam segala makna//
Dan gerak tak punya arti//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar